Senin, 05 Juni 2017

Perhatikan 3 Adab Berikut Supaya Tepat Memilih Cara Membayar Zakat Penghasilan

Tidak ada komentar :
Membayar zakat termasuk ke dalam rukun Islam yang tentunya sifatnya wajib ditunaikan oleh semua umat muslim. Ada beberapa jenis zakat yang tentunya wajib diketahui supaya bisa menunaikan zakat yang sudah berada di kategori wajib. Salah satu jenis zakat yang hangat diperbincangkan sejak dulu sampai sekarang adalah perihal zakat penghasilan. Mengapa? Sebab sejak lama sudah menjadi perdebatan lantaran zakat satu ini tidak memiliki dalil yang jelas sehingga tidak bisa dianggap wajib sebagaimana zakat jenis lainnya. 

Meski begitu, Anda tetap bisa membayar zakat penghasilan ini secara rutin baik tiap bulan ataupun tiap tahun. Sebab dengan berzakat maka muncul sifat peduli terhadap sesama dan membangun jiwa ikhlas untuk merelakan harta yang dimiliki diberikan kepada orang lain. Pemberian zakat pun tidak melulu pada orang yang Anda kenal bisa pula pada orang yang tidak Anda kenali. Misalnya berpapasan dengan pengemis di jalan maka zakat penghasilan bisa diberikan langsung kepada pengemis tersebut. Membiasakan membayar zakat ini meski sudah sesuai nisab atau belum tidak akan rugi. 
cara membayar zakat penghasilan

Adab dalam Membayar Zakat

Bagi umat Islam selain memahami cara membayar zakat penghasilan juga memiliki kewajiban memahami adab dalam berzakat tersebut. Adapun adab yang dimaksud antara lain: 

1. Dikeluarkan secara diam-diam, 
Akan jauh lebih baik jika pembayaran zakat penghasilan dilakukan secara diam-diam, tujuannya untuk menghindari penyakit hati yakni riya’ yang efeknya sangat berbahaya. Anda pun bisa lebih ikhlas dalam membayar zakat tersebut karena hanya Allah dan penerima yang tahu perbuatan tersebut. Namun jika pembayaran zakat melalui lembaga dan butuh laporan maka Anda tidak perlu menutupinya untuk membantu lembaga zakat tersebut. 

2. Berikan kepada orang terdekat, 
Ketika berencana membayarkan zakat penghasilan maka akan lebih penting mendahulukan orang sekitar. Misalnya diberikan kepada tetangga kiri dan kanan yang dirasa lebih membutuhkan, sebab dianjurkan membantu orang terdekat lebih dahulu baru orang jauh. Pilihan ini juga menjamin bahwa zakat yang Anda berikan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Sebab kehidupan tetangga tentu bisa Anda lihat secara langsung dan bisa memastikan apakah layak menerima zakat Anda atau tidak. 

3. Hindari keinginan mengungkit zakat tersebut, 
Setiap amal ibadah yang Anda lakukan sudah menjadi urusan Anda dengan Allah SWT maka tidak ada hubungannya dengan orang sekitar, termasuk penerima zakat tadi. Maka jangan sekali-kali mengungkit zakat tersebut karena termasuk perbuatan haram yang jika dilakukan berbuah dosa. Amalan ini akan dinilai oleh Allah sendiri sehingga akan menerima timbal balik yang dianggap pantas di mata Allah SWT. Itulah mengapa amal apapun yang dikerjakan tidak baik dipublikasi sebab mengurangi keikhlasan dan kualitas dari amalan tersebut.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar